Hotline Konsultasi Bebas Narkoba (BNN): 184 | Stunting Dinkes Kota Gorontalo: 0813-4023-9563
Coba Kuis Sekarang
Stunting

Pencegahan Infeksi dan Lingkungan Sehat untuk Mencegah Stunting

Pertumbuhan anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Kondisi kesehatan dan lingkungan tempat anak tinggal juga memiliki peranan penting. Ibu hamil dan anak yang sering mengalami infeksi dapat menghadapi kondisi yang memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan. Demikian pula lingkungan yang tidak bersih, air yang tidak aman, serta sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dengan mencegah infeksi dan menciptakan lingkungan yang sehat sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

AD
Administrator
Penulis / Kontributor Resmi
Diperbarui: 21 August 2026
Pencegahan Infeksi dan Lingkungan Sehat untuk Mencegah Stunting
Pencegahan Infeksi dan Lingkungan Sehat untuk Mencegah Stunting

A. Mengapa Infeksi Perlu Dicegah?

Tubuh membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk melawan penyakit.

Ketika seseorang mengalami infeksi, tubuh dapat membutuhkan energi dan zat gizi lebih banyak untuk menghadapi kondisi tersebut.

Pada anak kecil, penyakit yang terjadi berulang dapat mengganggu kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Contohnya adalah:

  • diare;
  • infeksi saluran pernapasan;
  • kecacingan;
  • penyakit infeksi lainnya.

Karena itu, menjaga anak agar tidak mudah terkena infeksi merupakan salah satu bagian dari upaya mendukung pertumbuhan yang optimal.


B. Hubungan Diare dengan Kondisi Gizi Anak

Diare merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian pada bayi dan anak.

Ketika mengalami diare, anak dapat kehilangan cairan dan elektrolit. Jika berlangsung berat atau berulang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan dan asupan makanan anak.

Siklusnya dapat terjadi seperti berikut:

Lingkungan tidak sehat

Anak terkena infeksi

Nafsu makan dapat menurun

Asupan makanan dapat berkurang

Kondisi tubuh terganggu

Pertumbuhan dapat ikut terdampak

Karena itu, pencegahan penyakit merupakan bagian penting dari perlindungan pertumbuhan anak.


C. Air yang Aman untuk Keluarga

Air digunakan untuk berbagai kebutuhan:

  • minum;
  • memasak;
  • mencuci bahan makanan;
  • membuat makanan anak;
  • membersihkan peralatan makan;
  • mencuci tangan;
  • mandi.

Air yang terkontaminasi dapat menjadi media penularan berbagai penyakit.

Keluarga perlu memastikan:

  • sumber air aman;
  • air minum diolah sesuai kebutuhan;
  • tempat penyimpanan air bersih;
  • wadah air tertutup;
  • peralatan untuk mengambil air tetap bersih.

Khusus untuk bayi dan anak kecil, keamanan air menjadi semakin penting karena sistem pertahanan tubuh mereka masih berkembang.


D. Keamanan Makanan

Makanan yang bergizi tetap dapat menimbulkan masalah apabila terkontaminasi.

Kontaminasi dapat terjadi dari:

  • tangan yang kotor;
  • peralatan yang tidak bersih;
  • air yang tercemar;
  • bahan makanan yang tidak aman;
  • penyimpanan makanan yang tidak tepat;
  • lingkungan yang kotor.

Karena itu, keluarga perlu memperhatikan keamanan makanan dari bahan mentah sampai makanan dikonsumsi.


E. Empat Prinsip Dasar Keamanan Makanan

Untuk memudahkan peserta mengingat, gunakan prinsip:

1. Bersihkan

Cuci tangan, peralatan, dan bahan makanan dengan cara yang tepat.

2. Pisahkan

Pisahkan bahan makanan mentah dari makanan yang sudah matang.

3. Masak dengan benar

Pastikan makanan dimasak dengan baik.

4. Simpan dengan aman

Makanan perlu disimpan dengan cara yang dapat mengurangi risiko kontaminasi dan kerusakan.

Prinsip ini sangat penting terutama ketika keluarga menyiapkan makanan untuk bayi dan anak kecil.


F. Kebersihan Tangan

Tangan dapat menjadi media perpindahan kuman.

Misalnya:

Tangan kotor → makanan → masuk ke tubuh anak

Oleh karena itu, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun perlu menjadi bagian dari rutinitas keluarga.

Waktu penting untuk mencuci tangan antara lain:

  • sebelum makan;
  • sebelum menyiapkan makanan;
  • setelah menggunakan toilet;
  • setelah membersihkan anak yang buang air besar;
  • setelah memegang benda atau bahan yang kotor.

G. Kebersihan Peralatan Makan Anak

Peralatan makan anak perlu dijaga kebersihannya.

Contohnya:

  • mangkuk;
  • sendok;
  • gelas;
  • botol atau wadah makanan.

Peralatan yang tidak bersih dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

Kebiasaan yang perlu diterapkan:

Gunakan → cuci → bersihkan → simpan di tempat yang bersih.

Hindari meletakkan peralatan makan anak langsung di lantai atau pada permukaan yang kotor.


H. Sanitasi yang Aman

Sanitasi berkaitan dengan pengelolaan kotoran manusia dan lingkungan agar tidak menjadi sumber penyakit.

Salah satu aspek penting adalah penggunaan jamban yang sehat.

Keluarga perlu memastikan:

  • tersedia jamban yang layak;
  • kotoran manusia tidak dibuang sembarangan;
  • jamban digunakan oleh seluruh anggota keluarga;
  • lingkungan sekitar jamban tetap bersih.

Kondisi sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit.


I. Buang Air Besar Sembarangan

Buang air besar sembarangan dapat menyebabkan kotoran manusia mencemari:

  • tanah;
  • air;
  • makanan;
  • tangan;
  • lingkungan sekitar.

Selanjutnya, kuman dapat berpindah dari lingkungan menuju tubuh manusia.

Sederhananya:

Kotoran → lingkungan → tangan/makanan/air → masuk ke tubuh

Karena itu, penggunaan jamban yang sehat merupakan bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga.


J. Lingkungan Rumah yang Sehat

Lingkungan rumah perlu diperhatikan terutama ketika terdapat bayi dan anak kecil.

Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • menjaga lantai tetap bersih;
  • mengurangi tempat berkembang biaknya serangga;
  • membuang sampah dengan benar;
  • memastikan ventilasi memadai;
  • menjaga kebersihan tempat tidur;
  • menjaga area bermain anak tetap aman dan bersih.

Anak kecil sering menyentuh berbagai benda kemudian memasukkan tangan ke mulut.

Karena itu, kebersihan lingkungan memiliki arti penting dalam perlindungan kesehatan anak.


K. Perlindungan Anak dari Asap Rokok

Asap rokok dapat membahayakan kesehatan anggota keluarga, termasuk ibu hamil dan anak.

Bayi dan anak kecil sangat membutuhkan lingkungan yang bebas dari paparan asap rokok.

Prinsip sederhana:

Rumah bebas asap rokok.

Jika anggota keluarga merokok, jangan merokok:

  • di dalam rumah;
  • di kamar;
  • di dekat ibu hamil;
  • di dekat bayi;
  • di dekat anak.

Membuka jendela atau menyalakan kipas tidak menjadikan merokok di dalam rumah aman.


L. Hewan Peliharaan dan Kebersihan Lingkungan

Hewan peliharaan dapat menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Namun, kebersihan perlu diperhatikan.

Keluarga perlu:

  • menjaga kebersihan kandang;
  • membersihkan kotoran hewan;
  • mencuci tangan setelah memegang hewan atau kotorannya;
  • menjaga agar area makan anak tidak terkontaminasi;
  • mengikuti perawatan kesehatan hewan sesuai anjuran.

Tujuannya adalah mengurangi risiko perpindahan kuman dari hewan dan lingkungan kepada manusia.


M. Pencegahan Kecacingan

Infeksi cacing dapat memengaruhi kesehatan dan status gizi seseorang.

Pencegahannya berkaitan dengan:

  • penggunaan jamban;
  • menjaga kebersihan tangan;
  • menggunakan alas kaki;
  • menjaga kebersihan makanan;
  • menjaga lingkungan.

Pada anak, tindakan pemberian obat cacing dilakukan sesuai program dan anjuran tenaga kesehatan.

Orang tua sebaiknya tidak memberikan obat secara sembarangan tanpa memperhatikan usia dan anjuran yang berlaku.


N. Imunisasi sebagai Perlindungan Anak

Imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Keluarga perlu:

  • mengetahui jadwal imunisasi;
  • membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan;
  • menyimpan catatan imunisasi;
  • berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila jadwal terlewat.

Imunisasi tidak secara langsung “mengobati stunting”, tetapi membantu mencegah penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak.


O. Jika Anak Mengalami Diare

Ketika anak mengalami diare, keluarga perlu memberikan perhatian terhadap kondisi anak.

Hal yang penting adalah mencegah kehilangan cairan dan memantau kondisi anak.

Orang tua dapat mengikuti anjuran tenaga kesehatan mengenai pemberian cairan dan makanan.

Jika terdapat tanda bahaya, anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Jangan menunggu jika anak:

  • sangat lemas;
  • tidak mau minum;
  • mengalami tanda dehidrasi;
  • muntah terus-menerus;
  • terdapat darah pada tinja;
  • kondisi semakin memburuk.

P. Jika Anak Mengalami Demam atau Batuk

Demam atau batuk pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Orang tua perlu:

  1. Memantau kondisi anak.
  2. Memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup.
  3. Tetap memperhatikan asupan makanan sesuai kemampuan anak.
  4. Memperhatikan tanda bahaya.
  5. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika diperlukan.

Hindari memberikan obat kepada anak secara sembarangan, terutama obat yang tidak sesuai usia atau tanpa petunjuk tenaga kesehatan.


Q. Ibu Hamil dan Pencegahan Infeksi

Pencegahan infeksi tidak hanya berlaku setelah bayi lahir.

Selama kehamilan, keluarga juga perlu membantu ibu menjaga kesehatan.

Contohnya:

  • menjaga kebersihan makanan;
  • menggunakan air yang aman;
  • menjaga kebersihan tangan;
  • menghindari asap rokok;
  • mengikuti pemeriksaan kehamilan;
  • mengikuti imunisasi atau pemberian obat/suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kesehatan ibu selama kehamilan merupakan bagian dari upaya menciptakan awal kehidupan yang sehat bagi anak.


R. Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Pencegahan penyakit sering kali dimulai dari kebiasaan sederhana.

Sebelum menyiapkan makanan

Cuci tangan.

Setelah menggunakan toilet

Cuci tangan.

Sebelum memberikan makanan kepada anak

Pastikan tangan dan peralatan bersih.

Setelah anak buang air besar

Bersihkan anak dan cuci tangan.

Saat berada di rumah

Jaga lingkungan tetap bersih dan bebas asap rokok.

Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

S. Peran Posyandu dan Fasilitas Kesehatan

Keluarga tidak harus menghadapi masalah kesehatan sendirian.

Posyandu dan fasilitas kesehatan dapat menjadi tempat untuk memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan.

Keluarga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk:

  • pemantauan kesehatan ibu dan anak;
  • imunisasi;
  • pemantauan pertumbuhan;
  • konsultasi masalah kesehatan;
  • mendapatkan informasi mengenai pencegahan penyakit.

Apabila anak menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pengalaman orang lain.

Gunakan tenaga kesehatan sebagai sumber konsultasi.


T. Membangun Rumah yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Rumah yang mendukung pertumbuhan anak bukan hanya rumah yang memiliki makanan cukup.

Rumah tersebut juga:

Aman dari penyakit
+
Bebas asap rokok
+
Memiliki sanitasi yang baik
+
Menggunakan air yang aman
+
Menjaga kebersihan makanan
+
Memberikan lingkungan yang mendukung perkembangan anak

Inilah alasan mengapa pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Kementerian Kesehatan RI. Buku KIA – Kementerian Kesehatan RI
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Kementerian Kesehatan RI.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia – Kementerian Kesehatan RI
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cuci Tangan Pakai Sabun. Ayo Sehat – Cuci Tangan Pakai Sabun
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ayo Sehat – Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi. Ayo Sehat – Imunisasi
  7. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. JDIH BPK RI – Perpres Nomor 72 Tahun 2021